Kompilasi Biografi

Halo semua! Perkenalkan namaku Aruna Nyala Trasti. Aruna artinya "Fajar" atau cahaya di pagi hari, Nyala berarti "Kobaran", dan Trasti artinya "Menunjukkan jalan yang benar".

Aku lahir di Jawa Timur, 27 April 2012. Sekarang rumahku berada di dekat Pamulang, Ciputat. Prestasiku beberapanya adalah: 

  • Gold medal Bali International Choir Festival 2023
  • Gold Medal AMO
  • Finalis OSK
  • Lulus ujian piano (ABRSM) dengan “merit”
Aku memiliki karakter yang baik dan juga kurang baik. Karakter baikku adalah percaya diri, disiplin, ramah, tegas, dapat memimpin, berani, dan peduli. Karakter kurang baikku adalah keras kepala, mudah kesal, malas, dan juga sarkastis. Aku menyukai teman yang positif, support, dan juga peduli. Aku tidak suka teman yang negatif, toxic, ngeselin, dan tidak bisa diatur.

Orang tuaku adalah Ariza A. R. dan Damar W. Mamaku bekerja sebagai pegawai Kemenkeu dan ayahku bekerja sebagai pegawai BPK yang sedang dalam tugas belajar.

Aku memiliki adik yang bernama Ananta Gagas Kiran. Arti Ananta adalah tidak terbatas atau "infinity" dan kiran berarti "cahaya".  Dia berumur 6 tahun sekarang dan dia suka membuat aku kesal, namun aku tetap menyayangi dia.

IBUKU:

Ibu, Ariza A.R., adalah sosok yang selalu menjadi panutanku. Lahir pada tanggal yang bersejarah, 1 Juni 1985, Ibu memiliki semangat hidup yang tak pernah padam. Sejak kecil, aku selalu kagum pada sosoknya yang kuat dan penuh kasih sayang.

Dengan latar belakang pendidikan yang cemerlang, Ibu telah menginspirasiku untuk selalu mengejar cita-cita. Pendidikan S1 di UI dan S2 di University of Birmingham menjadi bukti nyata akan semangat belajarnya yang tinggi. Pengalaman organisasi sejak remaja juga membentuk karakternya yang mandiri dan bertanggung jawab.

Ibu adalah sosok yang seimbang. Di satu sisi, beliau tegas dan disiplin. Namun, di sisi lain, Ibu juga sangat perhatian dan penyayang. Hobi membaca, menulis, dan berkebun membuat hidupnya semakin berwarna. Beliau selalu berusaha untuk menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan karier.

Pengaruh Ibu dalam hidupku sangat besar. Nilai-nilai yang ditanamkan Ibu, seperti kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang, menjadi pedoman hidupku. Aku berharap bisa menjadi seperti Ibu, seorang wanita yang mandiri, sukses, dan penuh kasih sayang.

AYAHKU:

Ayahku, Damar Wijanarko, lahir di Jawa Tengah pada tahun 1985. Nama "Damar" yang berarti pelita, seakan menjadi simbol penerang bagi keluarganya. Sebagai anak pertama, Ayah memiliki dua adik laki-laki. Menariknya, ketiga bersaudara memiliki nama depan yang sama, namun hanya Ayah yang menggunakannya sebagai panggilan sehari-hari. Masa kecil Ayah dihabiskan di desa, namun semangat petualangnya sudah mulai terlihat sejak kecil.

Perjalanan pendidikan Ayah cukup menarik. Mulai dari sekolah di daerah pedesaan hingga meraih gelar S2 di universitas ternama. Pengalamannya sebagai siswa yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah telah membentuk karakternya yang mandiri. Selama masa kuliah, Ayah juga sempat satu kampus dengan Ibu. Kini, Ayah telah mencapai berbagai prestasi akademik yang membanggakan.

Ayah memiliki kepribadian yang unik. Di satu sisi, ia humoris dan suka bercanda, namun di sisi lain, ia juga tegas dan disiplin. Minatnya yang beragam, mulai dari membaca hingga menggambar, membuat Ayah menjadi sosok yang menarik. Meskipun terkadang membuatku kesal, namun kasih sayangnya selalu terasa.

Aku merasa sangat sayang pada Ayah, namun terkadang sulit untuk mengekspresikannya. Aku berharap Ayah tahu bahwa aku sangat menghargainya. Ayah adalah sosok yang inspiratif dan aku ingin membanggakannya. Semoga di masa depan, hubungan kami bisa semakin dekat dan Ayah selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

SDKU YANG LAMA:

SDku yang lama ada di SD Tara Salvia. Tara Salvia terletak di Jl. Menjangan Raya No.9, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Rumahku dekat dengan SDku yang lama dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit paling lama. Sekolahku yang lama memiliki fasilitas seperti: kolam renang, lapangan basket, lapangan bola, perpustakaan, kantin, MPH, dan lain-lain.

Di sekolahku yang lama, ada 4 gedung terpisah. Gedung 1 untuk kelas 1, 2, dan lobby. Gedung 2 untuk kelas 3 dan 4. Gedung 3 untuk kelas 5 daan 6. Lalu juga ada gedung SMP untuk kelas 7, 8, dan 9.

Menurutku sekolahku yang lama sedikit kurang dalam bidang akademik karena hanya mengajari kami "basic"-nya dan tidak memberi penjelasan yang lebih detailnya lagi. Di sekolahku tidak ada ujian tulis atau ujian yang menjawab pertanyaan-pertanyaan. Di Tara Salvia, ujian diganti dengan "Unjuk Kerja" dan kita harus membuat semacam projek untuk setiap mata pelajaran. Contohnya di kelas 5, aku membuat poster tentang dawet untuk pelajaran IPS karena topiknya sedang "Kearifan Lokal".

Walau kurang unggul dalam bidang akademik, menurutku sekolah lamaku sudah sangat membantu membangun karakter yang kuat dan sehat. Sekolahku sangat perhatian pada mental dan sikap siswa, sehingga jika ada masalah atau konflik satu kelas, angkatan, ataupun gedung akan direfleksi untuk segera menyelesaikan masalahnya. Tara Salvia membantuku mempersiapkan diri untuk SMP dengan cara mengajariku menjadi anak yang tertib, disiplin, dan baik untuk semua orang.

Selama 6 tahun di Tara Salvia, aku sudah meraih beberapa prestasti antara lain:

- Juara gold medal AMO

- Finalis OSK 2023

- Pemenang gold medal BICF 2023 (offline)

- Pemenang gold medal BICF 2021 dan 2022 (online)

PERJALANAN DARI RUMAH KE SEKOLAH:

Dari komplekku, lewat jalan elang raya, belok kanan ke jalan merpati, belok kiri ke jalan Cendrawasih Raya, belok kanan ke Boulevard Bintaro Jaya sampai Shell Bintaro Sektor 7. Setelah itu, dari Pom bensin Shell Bintaro Sektor 7 melewati Jl. Bintaro Utama menuju arah Jl. Veteran Raya. Lalu dr Jl. Veteran Raya menuju ke arah Jl. Gandaria Tengah. Dari Jl. Gandaria Tengah lalu belok ke Jl. KH. Ahmad Dahlan. Sampai deh di Labschool Kebayoran!

Comments

Popular Posts